Baru saja ganti sekring, eh beberapa hari kemudian sudah putus lagi. Rasanya menjengkelkan, kan? Apalagi jika lampu motor mati mendadak atau klakson tidak bunyi, padahal motor sedang kamu bawa di jalanan.
Jika kejadian ini terus berulang, artinya ada masalah tersembunyi di sistem kelistrikan motormu, nih. Agar kamu tidak bolak-balik ganti sekring tanpa hasil, yuk cari tahu penyebabnya lewat pembahasan berikut ini!
1. Korsleting Listrik
Masalah paling umum yang membuat sekring motor putus adalah korsleting listrik. Biasanya masalah ini terjadi karena kabel yang terkelupas, aus, atau bahkan terjepit oleh bodi motor. Akibatnya, arus pendek muncul dan memaksa sekring memutus aliran demi mencegah kerusakan lebih parah.
Solusinya, cek seluruh jalur kabel, terutama yang dekat dengan aki, saklar, dan lampu. Jika menemukan bagian yang terbuka atau hangus, segera ganti kabel dan pastikan terpasang dengan isolasi yang baik.
2. Beban Listrik yang Berlebih
Menambah aksesori seperti lampu variasi atau charger HP memang membuat motor terasa makin lengkap. Tapi jika kamu asal pasang tanpa menghitung kebutuhan daya, tindakan ini justru bisa membuat beban listrik berlebihan. Alhasil,, sekring pun lebih cepat meleleh dan putus.
Supaya aman, sebaiknya kurangi pemakaian aksesori yang tidak mendesak atau konsultasikan dengan ahlinya.
3. Sekring yang Tidak Sesuai
Sekring yang tidak sesuai ampere-nya dengan kebutuhan motor akan cepat putus, walaupun komponen lain dalam kondisi normal. Sedangkan sekring dengan ampere terlalu kecil pun juga bisa membuat sistem kelistrikan tidak stabil.
Solusinya, gunakan sekring sesuai spesifikasi dari pabrikan yang bisa kamu lihat di buku servis motor.
4. Ada Masalah pada Komponen Listrik
Kadang, bukan sekringnya yang bermasalah, melainkan komponen lain, misalnya saklar starter, lampu, atau kiprok. Jika salah satu dari komponen ini mengalami kerusakan internal, arus listrik di motor bisa tidak stabil dan memicu sekring putus.
Solusinya, lakukan pengecekan menyeluruh pada semua perangkat kelistrikan. Perhatikan apakah ada lampu yang cepat redup atau mati, atau starter yang terasa berat.
5. Kualitas Sekring atau Kabel Buruk
Sekring dan kabel yang kualitasnya buruk biasanya tidak tahan panas dan cepat meleleh. Meski harganya terjangkau, komponen seperti ini justru membuat kamu sering keluar biaya karena harus ganti berulang kali.
Untuk mencegahnya, gunakan sekring dan kabel berkualitas baik yang tahan terhadap panas dan arus tinggi., ya.
6. Aki Lemah atau Spul Bermasalah
Ketika aki sudah mulai soak atau spul mengalami penurunan performa, sistem kelistrikan otomatis jadi tidak stabil. Aliran arus bisa naik turun secara tidak wajar, yang akhirnya membuat sekring menjadi korban pertama.
Solusinya, cek kondisi aki secara berkala, terutama jika sudah lebih dari dua tahun pemakaian. Jika terasa cepat habis atau motor susah starter, sebaiknya segera ganti. Sedangkan untuk spul, pemeriksaan sebaiknya kamu lakukan di bengkel resmi karena butuh alat khusus.
7. Lingkungan yang Lembap
Motor yang sering kamu parkir di tempat lembap atau terkena air hujan juga rentan mengalami gangguan kelistrikan. Air bisa masuk ke soket atau kabel dan menyebabkan arus pendek. Akibatnya, sekring lebih cepat rusak meski masih baru.
Cegah hal ini dengan rutin membersihkan motor dan memastikan semua sambungan kabel tertutup rapat. Jika motor sering dipakai saat hujan, gunakan pelindung tambahan pada area kelistrikannya agar tetap kering.
Berdasarkan penjelasan di atas, solusi dari semua penyebab di atas adalah dengan mendatangi bengkel. Karena berkaitan dengan kelistrikan, tentu kamu tidak boleh asal-asalan, kan?
Agar hasil pemeriksaan dan servis sekring motor kamu memuaskan, pastikan hanya melakukannya di bengkel resmi, seperti AHASS (Astra Honda Authorized Service Station). Cukup booking layanannya Astra Motor dan motor kamu siap diperiksa sedetail mungkin!




