cookies
Kami menggunakan cookies untuk memberikan pengalaman yang terbaik untuk kamu
close

Apa Penyebab Busi Motor Cepat Kotor?

Busi adalah komponen kecil yang sering kali dilupakan, tapi dampaknya bisa besar banget kalau bermasalah.

Apalagi kalau busi cepat kotor. Mesin jadi brebet, tarikan berat, bahkan bisa bikin motor mogok di tengah jalan.

Kalau kamu pernah mengalami hal ini, yuk kita bahas beberapa penyebabnya!

1. Bahan Bakar yang Tidak Sempurna

Salah satu penyebab paling umum kenapa busi cepat kotor adalah karena pembakaran yang tidak sempurna di ruang mesin.

Bayangkan, saat kamu mengisi bensin, apakah yakin kualitas bahan bakarnya bagus? Kadang, tanpa disadari, kita pakai bensin oplosan atau kualitas rendah yang mengandung banyak kotoran dan zat aditif murahan.

Nah, ketika bahan bakar ini terbakar di ruang mesin, sisa pembakaran itulah yang menempel di ujung busi. Lama-lama, busi jadi penuh kerak hitam.

Apalagi kalau motor sering dipakai jalan pelan dalam waktu lama, mesin tidak sempat “panas maksimal”, sehingga pembakaran tidak optimal.

Akhirnya, kerak karbon menumpuk dan busi pun cepat kehilangan performa.

2. Filter Udara Kotor

Kapan kamu terakhir kali ganti atau bersihkan filter udara? Banyak pengendara motor yang cuek sama bagian ini.

Padahal, udara yang masuk ke ruang bakar harus benar-benar bersih. Kalau filter udaranya kotor, otomatis debu dan partikel halus ikut masuk ke ruang bakar.

Alhasil, pembakaran jadi tidak sempurna sehingga berdampak pada busi.

Ujung elektroda busi jadi tempat menempelnya semua sisa kotoran tadi. Lama-lama, performa pengapian drop, motor susah nyala, dan tarikan jadi loyo.

3. Oli Masuk ke Ruang Bakar

Kalau busi motor kamu sering kotor dengan kerak yang basah dan berwarna hitam pekat, bisa jadi ada oli yang bocor masuk ke ruang bakar.

Entah itu dari ring piston yang sudah aus, atau seal klep yang mulai bocor.

Oli yang terbakar bareng bahan bakar akan menghasilkan asap dan residu yang lengket dan tebal.

Dan lagi-lagi, busi lah yang jadi tempat sisa-sisanya menempel. Kalau dibiarkan, bisa-bisa motor kamu harus turun mesin. Serem, kan?

4. Gaya Berkendara Juga Berpengaruh

Ini mungkin yang paling jarang disadari: gaya berkendara sendiri bisa bikin busi cepat kotor.

Misalnya, sering gas motor pelan-pelan dalam waktu lama, atau terlalu sering macet-macetan tanpa pernah “dibawa lari”.

Motor itu butuh juga sesekali digeber. Tujuannya biar suhu mesin naik optimal dan pembakaran jadi bersih.

Tapi kalau motor hanya dipakai dalam kondisi idle terlalu sering, efeknya, sisa pembakaran menempel terus di busi.

Bukan cuma kotor, tapi bisa memperpendek usia busi juga.

5. Kualitas Busi yang Digunakan

Pernah beli busi di toko pinggir jalan dengan harga yang terlalu murah? Nah, hati-hati.

Busi murahan atau palsu biasanya tidak tahan panas, dan ujungnya mudah berkerak. Bahannya pun belum tentu standar.

Ujung elektroda bisa cepat teroksidasi, dan kerak gampang menempel meskipun kondisi motor sehat-sehat saja.

Jadi pastikan kamu pakai busi original sesuai rekomendasi pabrikan. 

6. Settingan Karburator atau Injeksi yang Tidak Pas

Kalau kamu masih pakai motor karbu, ini penting banget.

Settingan angin dan bahan bakar yang tidak seimbang bisa bikin campuran terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Kalau terlalu kebanyakan bahan bakar, pembakaran bakal menghasilkan sisa-sisa karbon. Sehingga, busi jadi korban utama.

Kalau motor kamu sudah injeksi, settingan ECU yang tidak tepat atau sensor yang bermasalah juga bisa bikin pembakaran jadi kacau.

Jadi, bukan cuma servis rutin, tapi pengecekan sistem injeksi juga perlu dilakukan secara berkala.

Nah, seringkali, kita menunda servis motor hanya karena motor masih nyala. Padahal, kotoran di busi tidak kelihatan sebelum motor benar-benar ngadat.

Servis rutin di bengkel resmi seperti AHASS bisa bantu mendiagnosis sejak dini masalah di sistem pengapian, termasuk kondisi busi.

Kalau motor kamu mulai susah nyala, brebet, atau tarikan terasa berat, segera aja bawa ke bengkel AHASS terdekat.