Buat kamu yang hobi menjaga motor tetap kinclong, cuci steam mungkin menjadi salah satu andalan, kan? Tapi, kamu mungkin tiba-tiba ragu karena mendengar anggapan bahwa terlalu sering steam motor bisa membuat cat kendaraan jadi cepat rusak.
Akhirnya, beberapa pemilik motor jadi ragu untuk mencuci motornya di tempat steam karena takut warnanya memudar atau bahkan mengelupas.
Tapi, apakah anggapan itu memang benar, alias fakta? Yuk, cari tahu dulu fakta sebenarnya tentang cuci steam motor dan informasi penting lain agar kamu tidak terseret hoaks!
Benarkah Cuci Steam Motor Bisa Merusak Catnya?
Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Sebab,semuanya tergantung dari cara pencuciannya. Steam motor dengan tekanan air tinggi memang berisiko mengikis lapisan coating, apalagi jika penyemprotan air terlalu dekat atau terlalu sering.
Selain itu, bahan pembersih juga punya peran besar. Penggunaan deterjen keras atau sabun sembarangan yang tidak dibilas sampai bersih bisa membuat permukaan cat menjadi kusam dan kasar.
Dalam kasus tertentu, kamu bisa saja mendapati bagian cat terkelupas di area tertentu, khususnya di area bodi yang berbahan plastik seperti spakbor atau cover samping.
Namun, penting untuk kamu tahu bahwa steam motor tidak secara langsung merusak cat. Asalkan tekniknya tepat dan memakai bahan aman, metode ini justru bisa jadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kebersihan motor.
Bahkan dibandingkan mengelap kotoran dalam kondisi kering, steam motor justru lebih aman karena kotoran langsung terhempas oleh air, sehingga mengurangi risiko baret mikro pada cat.
Idealnya, tekanan air untuk prosedur ini tidak boleh terlalu tinggi. Lalu, jarak semprotannya sebaiknya ada di rentang 20 cm dari permukaan bodi.
Kamu atau pihak pencucian pun harus memakai sabun khusus motor yang tidak mengandung bahan kimia keras. Selama mencuci pun tidak boleh menggosok terlalu kuat atau menggunakan lap kasar yang bisa menimbulkan goresan halus.
Faktor-Faktor yang Membuat Cat Motor Cepat Rusak
Kerusakan cat motor kamu bukan terjadi karena steam motor saja. Ada beberapa faktor lain yang juga bisa mempercepat pudarnya warna cat, seperti:
- Paparan sinar matahari langsung, terutama jika motor sering kamu parkirkan di luar tanpa pelindung.
- Penggunaan sabun sembarangan yang bisa mengikis lapisan pelindung cat.
- Lap kotor atau kasar yang meninggalkan goresan-goresan kecil saat proses pembersihan.
- Kurangnya perawatan tambahan, seperti waxing atau pemberian coating secara berkala untuk menjaga daya tahan dan kilap cat.
Karena itulah, kamu juga harus rutin melakukan perawatan bodi motor, tidak hanya sebatas mencuci, tetapi juga melindunginya dari faktor luar. Jangan sampai ketika cat rusak, kamu langsung menyalahkan prosedur steam ini.
Kapan Sebaiknya Melakukan Steam Motor Motor?
Mencuci motor dengan metode steam motor tidak perlu kamu lakukan terlalu sering jika ingin kendaraan tetap aman. Idealnya, cukup seminggu sekali atau saat motor benar-benar kotor setelah kamu bawa di jalan berlumpur atau hujan-hujanan.
Jika dilakukan setiap hari, tekanan air dari mesin steam berpotensi mengikis pelapis cat secara perlahan. Selain itu, uap air yang terlalu sering masuk ke bagian rem atau soket-soket kelistrikan juga bisa menyebabkan karat atau kerusakan ringan lainnya.
Jadi, tetap jaga kebersihan motor, tapi lakukan dengan bijak. Perhatikan kondisi motor dan sesuaikan frekuensi cuci dengan kebutuhan agar hasilnya tetap maksimal tanpa merusak cat.
Dari penjelasan artikel ini, kamu jadi tidak perlu takut lagi untuk melakukan cuci steam motor, selama prosedurnya benar. Jika kamu masih butuh informasi lain terkait perawatan motor, pastikan untuk cek di Astra Motor, ya. Selain informasi menarik, kamu juga bisa temukan suku cadang dan aksesori berkualitas!
.jpg?f=png&s=905)



